Pesantren Teknologi adalah Pesantren Salafiyah (Pondokan) yang dikelola oleh orang orang yang ahli dibidangnya. Metode pengajiannya balagan dan sorogan, bedanya dengan pesantren yang ada, antara pengajar (ustad) dan yang belajar (santri) tidak berkumpul di suatu ruangan melainkan dihadapan komputer masing-masing.

Untuk mengikuti pengajian Pesantren Teknologi anda harus mengetahui jadwal pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren. Jadwal Pengajian Klik disini.

Senin, 27 Desember 2010

Gita KDI Melenggang ke Senayan

Gita KDI Melenggang ke Senayan

CIBEUREUM - Gitalis Dwi Natarina atau yang lebih dikenal dengan Gita KDI, bulan depan akan dilantik menjadi anggota DPR-RI. Di Senayan, Gita akan menggantikan posisi politisi asal PKB lainnya, yakni Prof Drs KH Cecep Syarifuddin, yang meninggal dunia pada bulan Oktober lalu. Menjelang pelantikan, dia menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan isu-isu yang terkait dengan perempuan.

Menurut Gita, selama ini posisi perempuan di Indonesia masih marginal dibandingkan dengan di negara lain. Wajah dunia, kata dia, masih didominasi aktivitas laki-laki. Baik dari segi kesempatan kerja, tingkat pendidikan dan keluarga, perempuan masih banyak dinomorduakan.
"Saya menginginkan perempuan memiliki kesempatan yang sama dan setara dengan laki-laki. Tidak hanya sekadar pelengkap suami, tapi memiliki peran yang penting," jelasnya.
Di samping itu, dia juga merasa prihatin dengan kejadian-kejadian yang sering menimpa TKW (tenaga kerja wanita) di luar negeri. Bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia di tempat kerjanya. Gita berpendapat, kejadian seperti ini tidak lepas dari kurangnya bekal pendidikan, saat TKW berangkat ke luar negeri.
"Saya betul-betul ingin memperjuangkan mereka. Supaya ketika hendak bekerja di luar negeri, mereka sudah memiliki kesiapan dan keterampilan kerja," ucapnya.
Disinggung soal pencalonannya menjadi anggota legislatif, Gita mengatakan bahwa pada awalnya ia hanya dicalonkan oleh DPP PKB. Dalam perjalanannya, pencalonan dirinya sempat tersendat, karena masih terikat kontrak dengan pihak MNC sampai 2011. Akan tetapi, berkat restu dan dorongan dari orangtuanya, pencalonannya terus berjalan.
"Kan kalau tidak ada restu, buat apa saya (nyalon). Terus, dalam doa pun, saya selalu meminta kepada Allah. Kalau pencalonan ini akan bermanfaat bagi saya dan umat, maka jadikanlah (anggota DPR). Tapi kalau tidak ada manfaatnya bagi saya dan umat, lebih baik saya tidak dijadikan,” tuturnya.(sumber: JPNN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar