Pesantren Teknologi adalah Pesantren Salafiyah (Pondokan) yang dikelola oleh orang orang yang ahli dibidangnya. Metode pengajiannya balagan dan sorogan, bedanya dengan pesantren yang ada, antara pengajar (ustad) dan yang belajar (santri) tidak berkumpul di suatu ruangan melainkan dihadapan komputer masing-masing.

Untuk mengikuti pengajian Pesantren Teknologi anda harus mengetahui jadwal pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren. Jadwal Pengajian Klik disini.

Senin, 27 Desember 2010

Ketua KY Harus Bebas dari Pengaduan

Ketua KY Harus Bebas dari PengaduanPDFPrint
Monday, 27 December 2010
JAKARTA (SINDO) – Tujuh komisioner Komisi Yudisial (KY) hari ini akan memilih dan menentukan salah satu di antara mereka menjadi Ketua KY.


Ketujuh komisioner itu dinilai memiliki kesempatan sama menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di lembaga pengawasan kehakiman tersebut. Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar,mengatakan ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan komisioner sebelum memilih dan menentukan calon Ketua KY.Pertama,calon Ketua KY harus terbebas dari laporan pihak-pihak kepada komisi yang sekarang menaunginya. Misalnya, saat menjabat sebagai hakim atau advokat, tidak pernah dilaporkan ke KY menyangkut pelanggaran kode etik dan profesinya.

“Ya paling tidak calon ketua itu tidak pernah dilaporkan saat menjadi hakim atau advokat dulu ke KY,” kata Zainal saat diskusi “SOS KY Pesanan/Tekanan Politik dalam Pemilihan Ketua KY”kemarin di Jakarta. Kreteria kedua,calon Ketua KY juga diharapkan tidak memiliki konflik kepentingan dari berbagai pihak. Misalnya, dia bukan calon yang memiliki kedekatan dengan kantor pengacara.Sebab,KY adalah lembaga pengawas hakim di mana hakim akan selalu berbenturan dengan para advokat yang tengah beracara membela kliennya di pengadilan.“ Mayoritas orang yang mengadu ke KY adalah para advokat yang kalah beracara,”terangnya.

Kriteria ketiga, Zainal mensyaratkan calon Ketua KY adalah orang yang tidak memiliki kedekatan dengan politisi.Sebab, politisi dinilai banyak memiliki kepentingan tertentu,tujuannya untuk menyingkirkan rivalitasnya, apalagi menjelang 2014.“Ini hanya untuk mengantisipasi saja,”ungkapnya. Selain beberapa kriteria itu,Zainal juga menyarankan agar pemilihan Ketua KY pada hari ini dilakukan secara terbuka. Hal ini guna menghindari upaya politisasi di tingkat internal.Apalagi,dalam Undang- UndangKYtidakdilarangmekanisme pemilihannya dilakukan secara terbuka.“Cuma di situ disebutkan Ketua KY dipilih di antara mereka oleh mereka,”ujarnya. Pemilihan secara terbuka akan membuat Ketua KY terpilih lebih memiliki kredibilitas publik. “Itu juga jauh lebih menjamin independensi KY,”ujarnya.

Sementara itu, mantan Hakim Agung Arbijoto berharap Ketua KY berasal dari kalangan muda. Sebab,kalangan muda dianggap lebih logis dan bijaksana dalam menghadapi permasalahan.“Ketua KY harus dari yang paling muda. Karena kalau muda itu tindakannya lebih logis dan bijaksana,” ujarnya. Selain usia muda, calon Ketua KY ke depan juga harus berasal dari akademisi.Apalagi, dari tujuh komisioner KY terpilih, mayoritas dari akademisi. “Pilih dari akademisi dan paling senior. Dia lebih minim konflik kepentingan meski bukan jaminan,”paparnya. Menurut dia, KY ke depan harus lebih memiliki wibawa di depan seluruh hakim.

Dihubungi terpisah, salah satu komisioner KY,Jaja Ahmad Jayus, mengaku sampai saat ini belum ada nama calon ketua yang diajukan dalam rapat perdana Senin (27/12). Dia mengatakan saat ini baru sebatas pendalaman masingmasing anggota dan untuk pendalaman beberapa aturan KY. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam seleksi di DPR,ada tujuh nama yang terpilih sebagai komisioner. Eman Suparman adalah peraih suara terbanyak,yakni 51 suara.Sementara Abbas Said ada di peringkat kedua dengan 42 suara yang disusul oleh Imam Anshori Saleh 40 suara,Taufiqurrahman Syahuti 39, Suparman Marzuki 38,Jaja Ahmad Jayus 37,dan Ibrahim 36 suara. (m purwadi) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar