Pesantren Teknologi adalah Pesantren Salafiyah (Pondokan) yang dikelola oleh orang orang yang ahli dibidangnya. Metode pengajiannya balagan dan sorogan, bedanya dengan pesantren yang ada, antara pengajar (ustad) dan yang belajar (santri) tidak berkumpul di suatu ruangan melainkan dihadapan komputer masing-masing.

Untuk mengikuti pengajian Pesantren Teknologi anda harus mengetahui jadwal pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren. Jadwal Pengajian Klik disini.

Selasa, 14 Desember 2010

PKB PARTAI TERBUKA

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menetapkan visi sebagai partai yang bersifat terbuka untuk semua golongan di luar Nahdlatul Ulama (NU). Akan tetapi, "keterbukaan" yang bagaimana cocok bagi PKB harus dipikirkan implementasinya, karena akan dapat menimbulkan masalah dimasa depan. PKB juga harus bisa mengelola keterbukaan itu dengan cara membentuk aliansi dengan partai yang bervisi sama agar terbentuk kekuatan politik mayoritas yang efektif di DPR.

Demikian mengemuka dalam Seminar "Masa Depan PKB Menuju Partai Terbuka" di Jakarta, Kamis (13/7). Seminar yang dipandu Effendy Choirie itu menghadirkan pembicara Menteri Pertambangan dan Energi Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR KH Yusuf Muhammad, dan pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi.

Ketua Umum DPP PKB Matori Abdul Djalil yang membuka seminar itu mengatakan, niat PKB menjadi partai terbuka itu tidak terlepas dari sistem nasional yang baru yaitu menghendaki sistem yang demokratis, menghormati hak asasi manusia (HAM), dan anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
 
"Makanya, subyeknya yaitu partai harus tune in, harus klop dengan sistem yang harus dibangun itu. Anggaran Dasar PKB sudah menegaskan bahwa PKB adalah partai yang terbuka. Cuma kemarin waktu Pemilu 1999, masih ada keragu-raguan apakah PKB menjadi partai terbuka, sehingga perolehan suara baru 12 persen," katanya.

Kristiadi berpendapat, dilihat dari sisi keterbukaan visioner, sudah jelas bahwa PKB adalah partai yang terbuka. Namun, dari sisi keterbukaan struktural, ini harus dipikirkan implementasinya, karena nanti bisa menambah persoalan.

Misalnya apakah itu nanti tercermin dalam kepengurusan partai.
PKB, menurut Kristiadi, harus bisa mencapai suara sedikitnya 20 persen pada Pemilu mendatang agar mempunyai kekuatan untuk mewujudkan cita- citanya sebagai partai terbuka.
   
Sarwono Kusumaatmadja lebih menyoroti bagaimana PKB bisa mengelola keterbukaan itu, karena pada dewasa ini sulit satu partai untuk menjadi mayoritas yang efektif di parlemen, bahkan tidak mungkin menjadi mayoritas di parlemen.
 
Oleh karena itu, PKB harus mengelola keterbukaan itu dengan menjalin aliansi dengan partai-partai lain yang visi atau platform politiknya sama, misalnya dengan PDI Perjuangan. "Namun aliansi itu akan langgeng kalau ada kejujuran politik di antara partai-partai itu. Saya lebih memilih aliansi, sehingga undang-undang kepartaian dan UU politik perlu diubah," kata mantan Sekjen Golkar itu.

KH Yusuf Muhammad menegaskan, keterbukaan PKB dari segi visi memang merupakan hal yang sudah jadi, sebagai bagian yang penting bagi demokratisasi. Untuk keterbukaan struktural, ia menawarkan untuk memakai teori piramida bahwa makin ke bawah struktur itu makin terbuka.

Yudhoyono ditawari Sebagai wujud PKB adalah partai terbuka, PKB menawarkan sejumlah nama dari kelompok bukan Nahdlatul Ulama untuk menjadi pengurus PKB.

"Kita berharap seorang Susilo Bambang Yudhoyono menjadi salah satu anggota Dewan Syuro. Lainnya ada Habib Chirzin (tokoh Muhammadiyah). Kita ingin membuat partai semua untuk semua, bukan hanya untuk NU. Ada Ketua Matlaul Anwar. Insya Allah Pak Sarwono juga," kata Matori menjawab pertanyaan pers di sela-sela seminar.

Yudhoyono yang ditanya pers soal tawaran itu hanya mengatakan, "Saya baru saja meninggalkan TNI. Saya belum diwisuda Purnawira, tetapi tentu suatu saat saya akan menentukan pilihan politik saya kepada salah satu partai politik."
   
Sementara itu Sarwono yang juga ditanya pers soal itu menyayangkan kalau PKB hanya berorientasi mencari pejabat untuk dijadikan tokoh partai.

Matori juga ditanyai pers tentang kemungkinan terpilih lagi menjadi Ketua Umum DPP PKB. "Itu yang merumuskan muktamar. Partai ini berusaha membangun demokrasi, sehingga mekanismenya harus diserahkan pada muktamar," katanya. (bur)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar