Pesantren Teknologi adalah Pesantren Salafiyah (Pondokan) yang dikelola oleh orang orang yang ahli dibidangnya. Metode pengajiannya balagan dan sorogan, bedanya dengan pesantren yang ada, antara pengajar (ustad) dan yang belajar (santri) tidak berkumpul di suatu ruangan melainkan dihadapan komputer masing-masing.

Untuk mengikuti pengajian Pesantren Teknologi anda harus mengetahui jadwal pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren. Jadwal Pengajian Klik disini.

Selasa, 28 Desember 2010

SBY Kembali Menangis


SBY Kembali MenangisPDFPrint
Friday, 22 October 2010
ImageBACA SERTIFIKAT, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membaca dokumen sertifikat tanah pada peringatan Hari Agraria Nasional ke-50 tahun 2010 di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin.

JAKARTA(SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menangis.Tetesan air mata tak bisa dibendung saat memberikan arahan pada puncak peringatan 50 tahun Hari Agraria Nasional di halaman belakang Istana Bogor kemarin. Selama hampir satu menit, Presiden terlihat menahan diri untuk menghentikan sambutannya dan menggigit bibir dua kali agar air matanya tidak menetes.

Saat membuka sidang kabinet paripurna, Presiden SBY menyampaikan kepada seluruh peserta sidang alasan dirinya terharu dalam acara tersebut. “Mengapa saya terharu melihat saudara-saudara kita rakyat kecil, para petani yang selama ini tidak punya apa-apa, mereka memiliki sebidang tanah dengan sertifikat. Berarti itu dengan status hukum yang pasti,kira-kira luasnya 500 meter persegi.Ini mengubah keluargakeluarga itu,”ujarnya.

Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Gazali menilai keterkejutan SBY yang diekspresikan dengan diam dan meneteskan air mata saat pidato adalah ungkapan ketulusan dari seorang presiden.“Menimbang SBY yang cukup sensitif, saya rasa air mata itu tulus,”ungkapnya. Di sisi lain, lanjutnya, ketulusan ekspresi tersebut justru menandakan bahwa Presiden SBY kaget ternyata apa yang disuarakan aktivis, mahasiswa, dan akademisi benar.

Hal itu juga menandakan bahwa ternyata selama ini all the President’s men atau inner circle SBY selalu memberi laporan “asal bapak senang”. Sebab, jika orang-orang terdekat Presiden pernah atau beberapa kali melaporkan bahwa petani masih sangat miskin, tidak punya tanah, maka pastilah SBY sudah lama terkejut, terharu, dan menangis.“ Jadi ini membuktikan juga bahwa para menterinya tidak pernah memberikan laporan tentang kondisi riil petani sehingga Presiden baru sekarang terkejutnya,” ungkapnya.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa menilai, apa yang ditunjukkan Presiden SBY saat berpidato di hadapan petani merupakan spontanitas dari seorang pemimpin yang tersentuh dengan keadaan. Menurut dia, Presiden sangat memahami nasib mayoritas petani. Ketika memberikan sertifikat tanah untuk ribuan kepala keluarga (KK) itu,Presiden punya harapan akan peningkatan hidup petani dengan lahan yang dimilikinya.

“Sebab kebanyakan petani kita itu petani buruh, yang menggantungkan hidupnya dari buruh tani. Bukan penggarap sawah,”ujarnya. Saan menambahkan bahwa Presiden SBY menunjukkan komitmen bagaimana agar redistribusi tanah bagi petani terus dilakukan, karena petani adalah pilar utama penyangga ekonomi bangsa ini. “Jadi pasti sangat tersentuh ketika melalui BPN pemerintah bisa melakukan redistribusi lahan untuk petani,”ujarnya.

Saan juga meyakini bahwa Presiden SBY bukan dalam rangka pencitraan ketika sampai menitikkan air mata saat berpidato.Presiden yang merupakan doktor di bidang pertanian,menurutnya,pasti punya gambaran dan harapan yang besar dengan lahan yang dimiliki oleh bangsa ini.Hanya, persoalannya, pemerintah butuh instrumen dan regulasi yang ketika diterapkan tidak saling bertabrakan dengan regulasi lainnya.“Saya juga meyakini hal semacam ini akan terus dilakukan demi kesejahteraan petani,”ucapnya.

Berdasarkan catatan Seputar Indonesia (SINDO), Presiden SBY merupakan salah satu Presiden RI dari lima presiden yang pernah memimpin negeri ini yang tercatat paling banyak menitikkan air mata.Dalam catatan SINDO,Presiden SBY tak kuasa menahan haru dan tangis dalam sejumlah momentum seperti saat memberikan arahan, bertatap muka dengan rakyat,menyampaikan ucapan belasungkawa, bahkan saat menyaksikan film yang sedang populer.

Di antara momentum yang pernah tertangkap adalah saat Presiden SBY baru terpilih menjadi Presiden RI keenam pada 2004 lalu. Presiden SBY menahan tangis yang cukup berat saat berkunjung ke tenda pengungsi, melihat para korban tsunami di Aceh.Mayoritas para pengungsi yang kehilangan keluarganya itu membuat Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono sangat terharu. Rasa haru juga menyelimuti perasaan putra terbaik Pacitan ini saat mengenang sosok pembimbingnya, Ali Alatas.Menteri Luar Negeri era Soehartoyangmenjaditokohdalam dunia diplomasi RI ini memberi kenangan tersendiri bagi SBY.

Pada 11 Desember 2008, saat melayat jenazah Ali Alatas, Presiden langsung berdoa dengan khusyuk di hadapan jenazah. Malam itu, Presiden tidak dapat menahan air matanya menetes. Bahkan saat memberikan keterangan pers,wajahnya pun tampak masih pucat dan berbicara dengan terbata-bata dan sempatmengusapairmatadiwajahnya. Meski demikian,dia tetap berusaha untuk mengontrol emosinya.

Dalam catatan SINDO,Presiden banyak menahan emosi kesedihannya pada 2009 lalu.Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mantan Menteri Pertambangan ini banyak melihat berbagai hal yang membuat batinnya merasa haru. Misalnya saja saat melihat polisi yang cacat permanen karena menjalankan tugasnya, kala memberikan sambutan pada pemakaman mantan Presiden Abdurrahman Wahid,atau ketika mengunjungi daerah yang terkena musibah longsor,termasuk saat masa kampanye pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Namun selain mudah terbawa luapan emosi yang mengharukan, Presiden SBY juga sempat membuat Presiden Amerika Serikat George W Bush menitikkan air mata. Saat berkunjung ke AS dan memberikan pidato dalam acara The Asia-Pacific American Heritage Event di Gedung Putih,Presiden sempat membacakan surat dua anak yang dititipkan melalui dirinya.

Adalah Nada Luthfiyyah (12 tahun) dari Aceh dan Maggie (13 tahun) yang tinggal di Michigan,AS, saling berkirim surat setelah terjadinya musibah tsunami. Dalam suratnya, Maggie menyampaikan kepada Nada tentang kegiatan di gerejanya yang mengumpulkan dana untuk para korban tsunami di Aceh. Adapun surat Nada kepada Meggie menceritakan perihal kondisi dirinya yang kehilangan seluruh keluarganya. Surat yang masing-masing juga dilampiri foto itu langsung membuat Bush yang berdiri di sisi kanan Presiden SBY berkali-kali mengusap air mata.

Distribusikan 142.159 Ha Tanah 

Sementara itu,pemerintah menyampaikan komitmennya untuk mendistribusikan tanah objek land reform (reforma agraria) seluas 142.159 hektare pada 2010.Tanah tersebut akan dibagikan kepada ribuan KKdi21provinsidan389desa. Pendistribusian tanah land reform tersebut kemarin secara simbolis dilakukan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto kepada empat desa,yaitu Mekarsari, Caruy,Sidasari,dan Kutasari di Kecamatan Cipari,Kabupaten Cilacap, pada peringatan Hari Agraria Nasional di Istana Bogor kemarin.

Joyo menjelaskan,ratusan ribu hektare (ha) tanah yang didistribusikan itu merupakan tanah yang semula telantar ataupun menjadi sengketa.“Ini adalah sebagian kecil dari redistribusi tanah yang akan dilakukan di berbagai daerah di Tanah Air,”papar Joyo. BPN berencana terus memperluas tanah land reformyang bisa diredistribusi. Joyo Winoto menargetkan tambahan tanah seluas 6 juta ha untuk meningkatkan kepemilikan tanah rakyat kecil yang jumlahnya sebesar 0,37%.

“Hal ini (penambahan) bisa dilakukan dengan PP 11 2001 tentang penertiban dan pendayagunaan tanah telantar serta dengan akan terbitnya peraturan pemerintah (PP) soal reformasi agraria,”ujar Joyo. Joyo menuturkan, BPN sedang menggodok dua rancangan undangundang (RUU) pertanahan serta RUU pengadaan tanah.Kedua RUU tersebut bertujuan untuk memastikan pengadaan tanah untuk kepentingan umum bisa dilakukan dalam sistemekonomidemokratis.

“Tanah bagi rakyat adalah harga diri, kehormatan, juga sumber kehidupan,” tambahnya. Presiden SBY menilai bahwa distribusi tanah selama ini belum adil. Banyak rakyat kecil yang tidak memiliki tanah sama sekali atau hanya sedikit memiliki lahan, tetapi di lain pihak banyak tanah telantar karena persoalan di masa lalu. “(Ini) yang harus segera kita selesaikan statusnya dan kemudian kita daya gunakan untuk pembangunan,” katanya.

Dalam acara kemarin,Presiden memberikan sejumlah instruksi kepada jajaran BPN.Pertama,Presiden meminta agar semua jajaran BPN langsung menjemput bola dalam memberikan pelayanan dan upaya mengatasi persoalan.“Jemputlah bola, tawarkan diri untuk melayani masyarakat, proaktif untuk cari solusi atas berbagai sengketa atau konflik pertanahan,”papar lulusan Akmil 1973 itu.

Kedua,Presiden meminta agar jajaran BPN memperluas tingkat pelayanan kepada masyarakat.Ketiga agar jajaran BPN mencapai target sertifikasi tanah secara nasional.“ Saya tahu targetnya tinggi, masalah sering kompleks,tapi usahakan target dan sasaran tercapai. Setiap tahun harus ada capaian yang bisa diukur,”ujar Presiden. Presiden juga menyinggung persoalan tanah dalam sidang kabinet paripurna kemarin. Presiden meminta agar jutaan tanah yang telantar segera diidentifikasi, diinventarisasi, dan dirampungkan persoalannya bila tanah itu tersangkut sengketa hukum.

Presiden SBY juga berpesan agar penuntasan lahan-lahan telantar atau sengketa diselesaikan lewat jalan damai. Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan mendukung pendistribusian tanah untuk masyarakat. Menurutnya, jika ada redistribusi dan realokasi lahan yang signifikan dan adil buat petani, pemerintah bisa cepat mengurangi kemiskinan dan pengangguran. “Jumlah petani di negara ini sangat besar, pengangguran juga sangat besar.Tapi di sisi lain juga masih sangat banyak lahan telantar dan semitelantar.

Kenapa itu tidak diredistribusikan saja ke petani miskin,” kata Syahganda dalam diskusi di Jakarta kemarin. Menurut dia, kemiskinan petani di perdesaan berkorelasi dengan rendahnya kepemilikan lahan yang rata-rata hanya 0,25 ha untuk satu keluarga. Dengan kepemilikan lahan yang sangat sempit itu,petani terjebak dalam kemiskinan struktural yang tidak memberikan peluang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Syahganda kemudian mengungkapkan, berdasarkan data Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI),ada sekitar 70 juta ha tanah telantar dan semitelantar yang ada di Indonesia.Namun, semua lahan itu sudah ada kepemilikannya, entah swasta, pemda atau yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan.

Namun, kata dia, jika dalam kurun waktu sekian lama tidak difungsikan, seharusnya pemerintah bisa membuat kebijakan agar lahan tersebut produktif dan bermanfaat bagi petani.“Jika itu tidak dilakukan, arah pertumbuhan nasional juga tidak jelas karena banyak yang bertumpu pada lahan menjadi tidak jelas,” ungkapnya. (rarasati syarief/ maesaroh/ mohammad sahlan/rahmat sahid)            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar