Pesantren Teknologi adalah Pesantren Salafiyah (Pondokan) yang dikelola oleh orang orang yang ahli dibidangnya. Metode pengajiannya balagan dan sorogan, bedanya dengan pesantren yang ada, antara pengajar (ustad) dan yang belajar (santri) tidak berkumpul di suatu ruangan melainkan dihadapan komputer masing-masing.

Untuk mengikuti pengajian Pesantren Teknologi anda harus mengetahui jadwal pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren. Jadwal Pengajian Klik disini.

Selasa, 28 Desember 2010

Berdayakan Kaum Ibu,Wujudkan Wirausahawan Tangguh


Berdayakan Kaum Ibu,Wujudkan Wirausahawan TangguhPDFPrint
Wednesday, 29 December 2010
ImageIBU TANGGUH: Salah seorang peserta Program Ibu Tangguh (kanan) menggelar produk kue kering kreasinya. Dukungan CSR Mandiri untuk program tersebut turut memberdayakan kaum janda meningkatkan taraf ekonomi.


Keseriusan Bank Mandiri dalam mewujudkan komitmennya memberdayakan masyarakat dan kemanusiaan terus ditunjukkan.Kali ini Bank Mandiri memberikan dukungan kepada program Ibu Tangguh di Desa Maja,Kecamatan Maja,Lebak,Banten.

DUKUNGAN Bank Mandiri direalisasikan dalam bentuk bantuan hibah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU).

Secara simbolis, hibah tersebut diserahkan oleh Deputi Regional Manager Wilayah Jakarta Kota Deni Djuhana Djoewandi dan Corporate Social Responsibility (CSR) Center Department Head Bank Mandiri Nila Mayta Dwi Rihandjani kepada Direktur Utama Yayasan PKPU Agung Notowiguno,Rabu (22/12), dalam acara peluncuran program Ibu Tangguh di aula Kecamatan Maja. Program Ibu Tangguh merupakan program pemberdayaan yang berbasiskan pada komunitas ibu-ibu baik yang telah menjadi orang tua tunggal atau yang memiliki suami, namun kekurangan, sehingga mereka ikut melakukan usaha untuk mencukupi kehidupan sehari–hari.

Selain itu,program ini juga dilaksanakan bagi para ibu yang membutuhkan pengembangan usaha kemitraan dan pendapatan dalam bentuk pembinaan manajemen usaha. Nila mengatakan,pihaknya menyambut baik inisiatif Yayasan PKPU melibatkan Bank Mandiri dalam kegiatan pemberdayaan. Program ini sejalan dengan program CSR Bank Mandiri lainnya seperti program Wirausaha Mandiri (WM) yang memberikan dukungan kepada wirausaha baru untuk berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi lingkungannya. “Bank Mandiri selalu berupaya memberikan dukungan terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin demi terwujudnya kemakmuran,” ujar Nila di sela-sela acara penyerahan bantuan hibah.

Pemberian hibah yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Ibu tersebut dirasakan manfaatnya secara nyata oleh kaum ibu yang berjuang dengan sangat keras memberdayakan diri dan keluarga mereka lepas dari kemiskinan. Para ibu tangguh yang rata-rata berstatus janda tersebut bekerja keras demi masa depan keluarga mereka. “Jumlah ibu tangguh yang dilibatkan pada kegiatan kali ini memang masih terbatas, namun kami berkomitmen untuk terus memperluas cakupan ibu tangguh yang terlibat pada kegiatan serupa di masa datang,”kata Nila. Bantuan hibah dari Bank Mandiri digunakan untuk kegiatan perekrutan, pelatihan, dan pendampingan bagi kaum ibu tangguh yang termasuk golongan miskin, namun memiliki prospek usaha yang baik atau minimal mereka mau berusaha guna memenuhi tuntutan kebutuhan keluarga.

Direktur Utama Yayasan PKPU Agung Notowiguno menuturkan, dalam menjalankan program tersebut,PKPU mengorganisasi para ibu dalam sebuah Kelompok Usaha Masyarakat Mandiri yang di dalam struktur kepengurusannya terdiriatasketua, sekretaris,dan bendahara. “Semua pengurus terdiri atas ibu-ibu sendiri, kami hanya mengarahkan dan membina,” tutur Direktur PKPU Tomy Hendrajati. Para ibu tangguh dibina untuk mengembangkan usaha, mengelola keuangan hasil usaha dengan lebih tertib. “Bagaimana memisahkan modal dan laba, lalu menyisihkan laba yang mereka dapat dari usaha yang dilakukan untuk digunakan biaya sekolah anak atau menambah modal usaha,”tambah Tomy.

Sekurangnya ada 20 orang ibu tangguh yang ikut serta dalam program tersebut.Usaha yang mereka kembangkan beragam,mulai dari membuat keripik pisang, kerupuk jengkol, nasi uduk, tahu, dan lontong, dengan omzet harian sekitar Rp75.000-300.000. Keberadaan kaum ibu tangguh yang rata–rata harus menanggung 3-5 anak usia sekolah, berjumlah tidak kurang 10% dari masyarakat miskin yang terdapat di kecamatan yang tidak jauh dari ibu kota Jakarta itu. Secara rinci program ini bertujuan memberikan kesempatan pada ibu-ibu tangguh untuk melakukan usaha, memberikan peningkatan kapasitas mereka terhadap pengelolaan keuangan usaha dan keluarga.

Kemudian menyadarkan para ibu mengenai kemampuan mereka dalam mengubah kehidupan ke arah yang positif dengan potensi yang mereka miliki sendiri,membentuk dinamika kelompok yang baik, dan meningkatkan pendapatan mereka melalui usaha-usaha produktif yang mereka lakukan. Wahidah, 54, seorang janda peserta program Ibu Tangguh, menuturkan, dirinya bergabung dalam program tersebut demi kemajuan usahanya.Perempuan lima orang anak usia sekolah ini berjualan keripik singkong, kerupuk jengkol, dan beberapa kue kering lainnya dengan omzet Rp200.000 per hari. “Sehari untungnya Rp30.000-40.000,” tutur Wahidah yang mengaku sangat gembira dengan kepedulian yang diberikan Bank Mandiri.

Sedangkan Eha,38, berjualan nasi uduk keliling di pasar, dengan omzet Rp100.000 sehari dan meraih laba sebesar Rp20.000 per hari. Agung Notowiguno menambahkan, pihaknya bersyukur dapat bekerja sama dengan Bank Mandiri yang memiliki perhatian yang sama terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.“Karena itu,kami harap dukungan ini dapat dikembangkan tidak hanya pada program ini, tapi juga programprogram PKPU lainnya,” ungkap Agung. Kegiatan Ibu Tangguh ini dibiayai oleh anggaran Bina Lingkungan Bank Mandiri.

Sejak 2002 hingga November 2010,Bank Mandiri telah menyalurkan anggaran Bina Lingkungan sebesar Rp306,85 miliar pada beberapa kegiatan sosial seperti perbaikan sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana peribadatan, sumbangan bagi korban bencana alam, dan pelestarian lingkungan. (aris kurniawan/info) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar