Pesantren Teknologi adalah Pesantren Salafiyah (Pondokan) yang dikelola oleh orang orang yang ahli dibidangnya. Metode pengajiannya balagan dan sorogan, bedanya dengan pesantren yang ada, antara pengajar (ustad) dan yang belajar (santri) tidak berkumpul di suatu ruangan melainkan dihadapan komputer masing-masing.

Untuk mengikuti pengajian Pesantren Teknologi anda harus mengetahui jadwal pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren. Jadwal Pengajian Klik disini.

Selasa, 28 Desember 2010

Susno Akui Pernah Beli Cek Perjalanan


Susno Akui Pernah Beli Cek PerjalananPDFPrint
Wednesday, 29 December 2010
JAKARTA (SINDO) – Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri KomisarisJenderalPolisiSusnoDuadji mengakui pernah meminta tolong kepada Kepala Bidang Keuangan Polda Jawa Barat Maman Abdulrahman Pasya untuk membeli cek perjalanan.

Namun, dia membantah uang yang digunakan berasal dari hasil pemotongan dana hibah Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat. ”Cek perjalanan itu saya akui dari saya, tapi tidak ada kaitannya dengan uang hasil pemotongan Maman dan kawan-kawan,” kata Susno saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin. Susno mengaku mempunyai bukti bahwa cek perjalanan yang dibelinya melalui Maman berasal dari uang pribadinya.Pada 16 Mei 2008,kata dia,dirinya pernah memberikan nota ke kepala bidang keuangan agar memerintahkan staf yang biasa mengambil cek perjalanan agar menghadap dan mengambil uang miliknya di ruangannya. ”Tanggal 16 Mei 2008 saya beri nota ke Kabidkeu Polda Jabar, tolong ke ruang saya, minta staf yang biasa ambil cek perjalanan untuk ambil uang kepada saya,”kata Susno.

Selang empat hari atau pada tanggal 20 Mei 2008, lanjut Susno, dia kembali mengirimkan nota kepada Maman untuk menghadap. ”Saya butuh cek perjalanan lagi, tolong ambil uang di ruangan saya,” ujar mantan Kepala Polisi Daerah Jawa Barat itu.Namun Susno tidak menjelaskan, apa tujuan pembelian cek perjalanan tersebut. Dalam dakwaan jaksa, Susno disebut menikmati uang hasil pilkada sebesar Rp4,2 miliar. Kemudian uang tersebut digunakan membeli 40 lembar cek perjalanan masing-masing senilai Rp25 juta. Cek perjalanan tersebut dibeli oleh Kepala Bidang Keuangan Maman Abdurrahman Pasya di Bank Mandiri.

Menurut dakwaan jaksa, 30 lembar cek perjalanan tersebut digunakan Susno untuk membeli sebuah rumah di Jalan Wijaya IV Nomor 16, Jakarta Selatan. Kemudian untuk membeli sebidang tanahdiDesaSukaluyu,Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor sebanyak 7 lembar.Sementara sisanya satu lembar diberikan kepada Supardjan dan dua sisanya diberikan kepada Hartoto. (m purwadi) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar